Hari Pertama Rekayasa Lalu Lintas Cimahi: Macet Tak Hilang, Hanya Pindah Jalur
Kondisi tersebut membuat Dishub harus membaca pergerakan kendaraan secara dinamis. Sebab, rekayasa lalu lintas tidak boleh sekadar mengubah arah kendaraan, tetapi harus dipastikan tidak menghilangkan kemacetan dari satu ruas ke ruas lainnya.
Pada jam sibuk pagi dan sore, peningkatan volume kendaraan terjadi dalam waktu yang relatif cepat. Antrean pun muncul di sejumlah titik sehingga keberadaan petugas di lapangan menjadi penting untuk mengurai kepadatan secara langsung.
Kepala Dishub Kota Cimahi mengatakan evaluasi dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Petugas terus memantau pola pergerakan kendaraan dan berkoordinasi dengan kepolisian serta pemangku kepentingan terkait untuk menentukan bagian mana dari skema yang perlu diperbaiki.
"Penyesuaian bahkan bisa dilakukan sewaktu-waktu, mulai dari penempatan personel, pemasangan rambut hingga pengaturan durasi lampu lalu lintas. Dengan demikian, masa uji coba menjadi semacam laboratorium lalu lintas untuk melihat apakah pola baru benar-benar berfungsi sesuai harapan,” kata Endang."
Masalah lainnya datang dari pengendara yang belum sepenuhnya memahami perubahan arus. Perubahan pola perjalanan membuat sebagian pengguna jalan masih harus beradaptasi.
“Dishub pun berencana memperkuat sosialisasi melalui berbagai media dan informasi di titik-titik strategi. Harapannya, pengendara tidak lagi dibuat bingung ketika melewati ruas yang telah mengalami perubahan arus,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hilangnya kendaraan, personel tambahan juga disiapkan. Pengaturan lampu lalu lintas secara fleksibel serta optimalisasi jalur alternatif menjadi bagian dari strategi respon cepat ketika antrean mulai memanjang.
Yang menarik, evaluasi tidak berhenti setelah hari pertama. Selama masa uji coba, kondisi lalu lintas akan dipantau setiap hari.
Dengan kata lain, rekayasa lalu lintas di Cimahi kini bukan sekedar soal siapa yang boleh melintas dan ke mana kendaraan diarahkan. Tantangan sebenarnya adalah memastikan kemacetan tidak hanya berpindah alamat.
Dishub yang menargetkan skema baru tersebut mampu membuat mobilitas warga lebih lancar tanpa menciptakan titik masalah baru di ruas lainnya,” tandas Endang.(AFS)





Posting Komentar