HAN Merawat2026 di Cimahi: Saat Anak Diajak Bumi dan Berani Memimpin
CiMAHI, Dinamika keadilan.com — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Cimahi 2026 tampil dengan pesan yang tidak sekadar berbicara tentang anak, tetapi juga tentang masa depan bumi. Di Selasar Gedung B Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (27/8/2026), sekitar 150 siswa SD, SMP, dan SLB diajak melihat bahwa menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga kehidupan mereka di masa depanc
Mengusung tema “Miara Bumi, Ngaraksa Jaga” atau Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan, kegiatan HAN dirancang sebagai ruang bagi anak untuk berekspresi, berkreasi, belajar, sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.
Momentum tersebut semakin istimewa dengan pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi Periode 2026–2028 oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Para pengurus baru yang berasal dari kalangan pelajar SMA diharapkan tidak hanya menjadi simbol keterlibatan anak, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.
“Peringatan ini bukan sekedar acara seremonial, tapi merupakan momentum dan komitmen kita bersama dalam memenuhi hak-hak anak dan memastikan setiap anak di Kota Cimahi dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, anak harus diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan potensi, serta tumbuh tanpa kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu, perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lingkungan tempat tinggal harus menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bermain dan berkembang.
“Kita harus membangun lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk berbicara dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Investasi terbaik bangsa ini bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi investasi yang paling penting adalah investasi kepada manusia, terutama kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Menariknya, pesan perlindungan anak dalam kegiatan tersebut berjalan beriringan dengan pesan menjaga lingkungan. Anak-anak diajak memulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, menghemat udara dan listrik, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.
Ngatiyana mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi hari ini pada akhirnya akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah titipan untuk generasi yang akan datang. Ketika kita menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusaknya, sesungguhnya kita sedang menjaga kesehatan dan masa depan anak-anak kita sendiri,” katanya.
Dalam pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri, Ngatiyana juga menitipkan pesan mengenai arti kepemimpinan. Menurutnya, menjadi pemimpin bukan sekedar menduduki posisi tertentu, melainkan memiliki keberanian untuk mendengar, bekerja sama dan bertanggung jawab.
“Kepemimpinan bukan hanya tentang menjadi ketua atau berada di depan. Kepemimpinan adalah tentang mau mendengar, mau mengabdi, mau bekerja sama, dan berani bertanggung jawab,” pesannya.
Anak-anak Cimahi juga diminta tidak memilih diam ketika kekerasan melihat, perundungan maupun diskriminasi. Mereka terdorong untuk berani berbicara kepada orang tua, guru, atau memanfaatkan layanan perlindungan anak ketika membutuhkan pertolongan.
Beragam kegiatan juga membuat peringatan HAN 2026 lebih hidup. Mulai dari talkshow Satu Tetes Indonesia (STI), penampilan seni dan drama musikal Forum Anak, pembacaan Deklarasi Anak, sosialisasi Gemar Makan Ikan, mendongeng, hingga talkshow bersama Ketua Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat Amru Al-Mahdi Ali.
Ada pula kegiatan kreasi yang mengangkat isu lingkungan, sehingga pesan HAN tidak berhenti di atas panggung, tetapi diterjemahkan melalui kreativitas anak-anak.
Pemerintah Kota Cimahi berharap Forum Anak Jati Mandiri dapat menjadi wadah yang benar-benar memberi ruang bagi suara anak dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat dan anak yang dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Cimahi yang aman, sehat dan ramah anak.
Menutup pesannya, Ngatiyana mengingatkan para pelajar agar tidak merasa kecil hanya karena usia mereka yang masih muda.
“Jangan pernah merasa kecil karena kalian masih muda. Justru karena masih muda, kalian memiliki energi, kreativitas, keberanian, dan cara pandang yang sangat dibutuhkan. Jadilah anak-anak yang berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani berbuat baik untuk lingkungan dan masyarakat,” tutupnya. (AFS)

.jpg)



Posting Komentar