nasional
SDN NEGERI Nangggerang cisitu Kabupaten Sumedang Terapkan Program BDR: Waktu di Rumah Jadi Sarana Pengembangan Diri
dinamikadeadilan.Com SUMEDANG – Sekolah Dasar (SD) Nangggerang, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, resmi menerapkan program Belajar Di Rumah (BDR) dengan pendekatan yang mengutamakan pengembangan karakter, keterampilan, dan kebiasaan positif bagi para siswa. Program ini dirancang agar waktu yang dihabiskan siswa di rumah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menambah ilmu, mengasah bakat, dan membentuk kepribadian yang baik.
Melalui panduan yang disusun bersama Kemendikbud Ristek dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, SD Nangggerang membagi kegiatan BDR menjadi sembilan poin utama yang mudah diterapkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan tersebut meliputi belajar mandiri, membaca buku, membantu orang tua, berolahraga, berkreasi, berdoa dan meningkatkan ibadah, merawat diri dan lingkungan, mengembangkan keterampilan, serta meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga.
Menurut hasil wawancara
Kepala Sekolah SD Nangggerang
Ibu rohayati, SPD. menyampaikan bahwa program ini bukan hanya sekadar pengganti pembelajaran di kelas, tetapi upaya kolaboratif antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. “Waktu di rumah adalah kesempatan emas untuk tumbuh menjadi pribadi yang hebat. Kami ingin setiap kegiatan yang dilakukan siswa di rumah memiliki nilai edukatif dan karakter, sehingga pembelajaran tidak berhenti saat pulang sekolah,” ujarnya.
Dan beberapa wali kelas juga menyatakan ikut memantau anak anak dan memberikan tugas kepada siswa/i selama hari istirahat.
Dalam penerapannya, siswa diharapkan dapat melaksanakan kegiatan seperti mengerjakan tugas sekolah dan mencari informasi baru secara mandiri, membaca berbagai jenis buku untuk memperluas wawasan, serta membantu pekerjaan rumah tangga seperti merapikan kamar, mencuci piring, atau menyapu. Selain itu, kegiatan fisik seperti berolahraga teratur, kegiatan seni seperti menggambar atau membuat karya, hingga pengembangan keterampilan praktis seperti menjahit, memasak, atau merawat tanaman juga menjadi bagian penting dari program ini.
Aspek spiritual juga tidak luput diperhatikan. Siswa diajak untuk rajin berdoa, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan ibadah sebagai dasar pembentukan akhlak mulia. Di sisi lain, momen berkumpul dengan keluarga juga dijadikan sarana mempererat hubungan melalui obrolan, permainan edukatif, atau kegiatan bersama yang penuh kebersamaan.
Orang tua siswa menyambut baik langkah yang diambil SD Nangggerang. Salah satu orang tua murid mengungkapkan, “Panduan ini sangat membantu kami dalam membimbing anak di rumah. Kegiatannya jelas, bermanfaat, dan bisa dilakukan bersama-sama. Sekolah tidak hanya mengajarkan pelajaran akademis, tapi juga membentuk kebiasaan baik yang akan berguna seumur hidup.”
Melalui program BDR ini, SD Nangggerang berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mandiri, berakhlak mulia, terampil, dan memiliki hubungan yang harmonis dengan keluarga serta lingkungan sekitar. Pihak sekolah juga berkomitmen untuk terus memantau dan mendampingi pelaksanaan kegiatan ini agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan setiap siswa(St Herman).
Ref: Domo***
Via
nasional



Post a Comment