Pemda
Kepala Desa Puspamukti Atang Ridwan Dorong masyarakat nya Tetap Melaju di Tengah Efisiensi Anggaran
Tasikmalaya dinamikakeadilan.com - Desa Puspamukti, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan pembangunan desa secara terarah dan berkelanjutan di tengah kebijakan refocusing dan efisiensi anggaran pemerintah.
Digitalisasi Desa dan Penguatan Layanan Kesehatan Terpadu Disiapkan sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan. Kamis 18/12/2025
Kepala Desa Puspamukti, Atang Ridwan, S.Pd.I, menyampaikan bahwa dimasa jabatan kepala desa periode 2019–2025 diperpanjang selama dua tahun serta sempat menghadapi kendala dan penundaan pencairan anggaran earmark, Pemerintah Desa Puspamukti tetap konsisten menjalankan visi dan misi pembangunan desa.
“Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru ini menjadi momentum menata prioritas agar program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Atang Ridwan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Desa Puspamukti tetap menginisiasi Program Digitalisasi Desa serta penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) bidang kesehatan. Kedua program ini dinilai selaras dengan arah kebijakan nasional Asta Cita dan implementasi SDGs Desa, khususnya dalam peningkatan layanan dasar, tata kelola pemerintahan, dan inklusi digital masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Akhir Tahun yang dilaksanakan berbarengan dengan Pembukaan KKN Universitas Siliwangi (UNSIL) Kelompok 23 Gelombang 1 Tahun 2025, sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Puspamukti juga menegaskan pentingnya menyikapi instruksi pendirian Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi desa. Kebijakan ini disinkronkan dengan kegiatan KKN UNSIL yang mengusung tema Digitalisasi UMKM Berbasis Potensi Lokal, sebagai langkah awal menyiapkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Puspamukti merencanakan Launching Program Digitalisasi Desa dan Penguatan ILP Layanan Kesehatan Terpadu pada bulan Januari 2026, sebagai tonggak peningkatan pelayanan publik desa yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan.
“Pembangunan desa ditentukan oleh kejelasan arah, kolaborasi, dan konsistensi melayani masyarakat,” pungkas Atang Ridwan.
Ref: tim***
Via
Pemda



Post a Comment