Sampah Jadi Ladang Cuan, Cimahi Dorong Green Jobs Berbasis Lingkungan
CIMAHI, Dinamika Keadilan.com – Sampah di Kota Cimahi mulai didorong untuk tidak sekedar berakhir sebagai persoalan lingkungan. Pemerintah Kota Cimahi menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, mengubah persoalan sampah menjadi peluang keterampilan sekaligus sumber penghasilan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Green Jobs Bidang Pengelolaan Sampah, pada 14 / 9 -2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan produktivitas, yang berada di jln : Tangkuban perahu, Cikole, Lembang acara itu diikuti oleh utusan dari warga masyarakat Kota Cimahi. Program ini diarahkan untuk mendukung target Cimahi Zero to TPA, sekaligus menciptakan masyarakat yang memiliki keterampilan dalam mengolah sampah secara produktif.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pengelolaan sampah tidak lagi cukup dilakukan dengan pendekatan kebersihan semata. Menurutnya, sampah memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat.
“Sampah saat ini tidak boleh lagi kita pandang hanya sebagai persoalan kebersihan. Sampah juga memiliki potensi ekonomi,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengolahan sampah organik serta budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Dua keterampilan yang diharapkan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sekaligus dikembangkan menjadi peluang usaha.
Menariknya, program ini tidak berhenti pada pelatihan teknis. Peserta juga mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikasi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sebanyak 80 peserta dilibatkan Pemerintah Kota Cimahi dalam lima pelatihan angkatan laut. Rinciannya, tiga batch untuk pengolahan sampah organik dan dua batch untuk budidaya maggot BSF. Setiap batch terdiri dari 16 peserta.
Ngatiyana berpesan agar sertifikat yang diperoleh tidak hanya menjadi dokumen yang tersimpan, tetapi menjadi bukti bahwa peserta benar-benar memiliki kemampuan yang bisa dipraktikkan.
“Kuasai ilmunya, praktikkan keterampilannya, dan manfaatkan sebagai modal untuk meningkatkan daya saing,” pesannya.
Pemerintah Kota Cimahi berharap pelatihan tersebut mampu menghasilkan dampak yang terasa langsung di masyarakat. Sampah yang sebelumnya menjadi beban yang diharapkan dapat berubah menjadi bahan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Kita ingin pelatihan ini menghasilkan dampak nyata, sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan masyarakat semakin produktif,” tegasnya.
Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T, M.T ikut mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cimahi dalam pengembangan kompetensi masyarakat melalui program Green Jobs.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem Green Jobs di Kota Cimahi. Pengelolaan sampah pun tidak hanya diarahkan untuk menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan keterampilan, produktivitas, kesempatan kerja, serta tumbuhnya usaha baru berbasis lingkungan.
Dengan demikian, sampah di Cimahi perlahan diarahkan untuk memiliki wajah baru: bukan sekedar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sesuatu yang dapat diolah, dimanfaatkan, dan menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat, (AFS ).





Posting Komentar