Menjaga Jejak Perjuangan, DPRD Cimahi Godok Perda Penghargaan untuk Para Pendiri Kota
Sekber yang hadir bukan nama baru. Ada Fopdar pimpinan H Usman Rachman, Asep Taryana, Dedi Mulyadi. Ada Gempar dengan HD Olan Siswanto, Farwafi, Cimahi Mandiri, FOPP, Cobra, dan pejuang lainnya.
Audiensi dipimpin Ketua Bapemperda H. Enang Sahri Lukmansyah. Komisi I sampai IV DPRD kompak hadir. Tujuannya satu: menyusun Perda penghargaan bagi para pendiri Kota Cimahi.
"Kami menggali sejarah dari sumbernya langsung. Para pinisepuh ini saksi hidup berdirinya Kota Cimahi," kata Enang membuka diskusi. Catatan sejarah jadi dasar rancangan Perda.
Diskusi mengalir dinamis. Setiap tokoh punya versi dan kenangan berbeda tentang perjuangan pemekaran. Ada yang di garis depan, ada yang berjuang lewat lobi politik.
Perbedaan persepsi wajar. Enang menekankan DPRD ingin merajut semua versi itu jadi satu benang merah. Semua adalah pendiri Kota Cimahi. Tidak ada yang lebih, tidak ada yang kurang. Usulan paling emosional muncul dari para tokoh: bangun Monumen Pendiri Kota Cimahi. Lokasinya di Titik Nol atau Alun-alun Cimahi agar mudah diingat publik.
"Monumen itu penanda sejarah. Anak cucu harus tahu ada Sekber, Gempar, Fopdar, Cimahi Mandiri yang berdarah-darah memperjuangkan Cimahi," ujarnya.
Selain monumen, para pendiri mengusulkan beasiswa untuk keturunan. Ada juga usulan agar mereka dilibatkan sebagai narasumber dan diberdayakan lewat UMKM.
"Mereka tidak minta dihargai berlebihan. Cukup perjuangannya diingat, keturunannya dibantu sekolah," kata Enang menirukan harapan para tokoh.
DPRD juga titip pesan: para pendiri jangan berhenti memberi nasihat. Usia Cimahi 25 tahun, tantangan pembangunan masih banyak. Pengalaman para pejuang sangat dibutuhkan.
"Isu yang disorot para tokoh luas. Mulai pendidikan, putus sekolah SMA, pembinaan anak jalanan, sampai peran masyarakat. Semua jadi bahan Perda,"kata Enang Sahri.
Enang memastikan ini bukan audiensi terakhir. Bapemperda akan terus turun, dengar aspirasi, sampai draf Perda masuk Propemperda.
"Perda ini diharapkan jadi pagar sejarah. Sekaligus bentuk bakti DPRD dan Pemkot Cimahi kepada mereka yang meneteskan keringat demi lahirnya Kota Cimahi," tutupnya. (**)




Posting Komentar